Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), dan kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha di langit tertinggi (Miraj). Peristiwa ini tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam.
Pada Peringatan Isra Mi’raj kali ini SMK Negeri 2 Mantangai dilaksanakan pada Hari Kamis, 23 Januari 2025/ 23 Rajab 1446 H di Aula Sekolah dengan Tema “Peringatan Isra Mi’Raj Kita Jadikan Momentum Membangun Pribadi Yang Taat dan Beradab” dengan Penceramah Ustd Ahmad Hairul Anam
Ketaatan dalam Perintah Shalat
Salah satu inti dari peristiwa Miraj adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan shalat lima waktu. Perintah ini menjadi fondasi penting dalam agama Islam, yang menunjukkan betapa pentingnya shalat sebagai tiang agama. Ketaatan Nabi Muhammad SAW dalam menerima dan menjalankan perintah ini menjadi teladan bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa taat kepada perintah Allah SWT.
Melalui peringatan Isra Miraj, umat Islam diingatkan kembali akan kewajiban shalat dan pentingnya menjaga kualitas shalat. Shalat bukan hanya sekadar gerakan dan bacaan, tetapi juga merupakan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya. Dengan melaksanakan shalat dengan khusyuk dan tuma’ninah, seorang Muslim dapat meningkatkan ketaqwaannya dan membentuk pribadi yang lebih taat.
Adab dalam Berinteraksi dengan Allah dan Sesama
Peristiwa Isra Miraj juga mengajarkan tentang adab, baik adab kepada Allah SWT maupun adab kepada sesama manusia. Perjalanan Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha menunjukkan betapa pentingnya adab dalam berinteraksi dengan Sang Pencipta. Kerendahan hati, penghormatan, dan pengagungan kepada Allah SWT merupakan cerminan adab yang diajarkan dalam peristiwa ini.
Selain itu, Isra Miraj juga mengajarkan tentang adab kepada sesama manusia. Perjalanan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril menunjukkan pentingnya menghormati dan menghargai makhluk Allah yang lain. Selain itu, perintah untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia juga mengandung pesan tentang pentingnya berdakwah dengan cara yang santun dan beradab.
Menerapkan Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai momentum pembentukan pribadi taat dan beradab, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Meningkatkan Kualitas Shalat: Melaksanakan shalat lima waktu dengan khusyuk dan tuma’ninah, serta berusaha memahami makna dari setiap gerakan dan bacaan dalam shalat.
- Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur’an: Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, seorang Muslim dapat meningkatkan ketaqwaannya dan membentuk akhlak yang mulia.
- Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW: Nabi Muhammad SAW merupakan suri teladan terbaik bagi umat Islam. Dengan mempelajari sirah Nabawiyah dan meneladani akhlak beliau, seorang Muslim dapat menjadi pribadi yang lebih taat dan beradab.
- Berinteraksi dengan Sesama dengan Santun: Menghormati dan menghargai sesama manusia, serta berinteraksi dengan cara yang santun dan beradab.
Dengan mengamalkan hikmah Isra Miraj dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih taat kepada Allah SWT dan beradab kepada sesama manusia. Peringatan Isra Miraj hendaknya tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi momentum untuk introspeksi diri dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.