PULANG PISAU – Lingkungan sekolah yang kondusif, aman, dan nyaman merupakan fondasi utama dalam mensukseskan proses transformasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka. Bergerak maju demi mewujudkan esensi tersebut, SMA Negeri 1 Pulang Pisau secara resmi menggelar kegiatan In-House Training (IHT) yang diprakarsai oleh Komunitas Belajar (Kombel) kebanggaan sekolah, yaitu Komunitas Belajar “Kopi Pagi”. Kegiatan yang bernilai strategis ini dilaksanakan secara khidmat pada hari Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di ruang pertemuan kelas XIA dan XIB SMA Negeri 1 Pulang Pisau.
IHT kali ini mengusung tajuk yang sangat mendalam dan sarat akan makna filosofis: “Growing Together In Harmony, Mengubah Tantangan Menjadi Jembatan, Mewujudkan Budaya Sekolah Aman-Nyaman Dalam Bingkai SRA (Sekolah Ramah Anak)”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons aktif sekolah terhadap pentingnya menciptakan ruang belajar yang inklusif, bebas dari perundungan (bullying), kekerasan, serta diskriminasi, demi menjamin tumbuh kembang potensi peserta didik secara utuh dan optimal.
Pembukaan Kegiatan oleh Kepala Sekolah: SMANSA Siap Menjadi Agen Perubahan
Kegiatan IHT Komunitas Belajar “Kopi Pagi” ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Pulang Pisau. Dalam sambutan pembukaannya yang penuh motivasi, pihak manajemen sekolah menegaskan komitmen SMANSA untuk terus konsisten meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, baik dari sisi akademis maupun pembentukan karakter afektif siswa.
“Komunitas Belajar Kopi Pagi hari ini kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak literasi dan diskusi positif bagi para pendidik di SMANSA. Melalui IHT bertajuk Sekolah Ramah Anak ini, kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal area di sekolah ini menjadi tempat yang aman bagi fisik anak dan nyaman bagi psikologis mereka. Mari kita serap ilmu dari narasumber kita yang luar biasa hari ini, agar sinergi antara guru, murid, dan orang tua dapat terjalin secara harmonis dan berkelanjutan,” tutur Kepala Sekolah dalam pidatonya.
Menghadirkan Pakar SRA Kalteng: Dr. Rusnanie, M.Pd. Kuasai Panggung Materi
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, berbasis regulasi, dan aplikatif, Kombel “Kopi Pagi” SMAN 1 Pulang Pisau menghadirkan narasumber tingkat provinsi yang sangat kompeten dan memiliki reputasi tinggi di dunia pendidikan Kalimantan Tengah, yaitu Dr. Rusnanie, M.Pd.
Beliau merupakan sosok ahli yang memegang peran multisektoral penting, di antaranya sebagai:
- Fasilitator Sekolah Ramah Anak (SRA) Provinsi Kalimantan Tengah dan Nasional.
- Koordinator Pengawas SMA, SMK, dan SKH Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam pembukaan materinya, Dr. Rusnanie, M.Pd. menegaskan bahwa lahirnya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dirancang untuk memberikan panduan serta peta jalan (roadmap) yang komprehensif bagi sekolah. Hal ini bertujuan agar satuan pendidikan tidak memahami regulasi secara setengah-setengah atau sepotong-sepotong yang dapat berakibat pada salahnya penanganan di lapangan.
Definisi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman: Mewujudkan Nilai SRA
Dr. Rusnanie, M.Pd. memaparkan bahwa esensi dari Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan perpaduan harmonis dari internalisasi nilai-nilai, kebiasaan positif, keteladanan dari figur pendidik, tata kelola yang terstruktur, serta layanan prima yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah tanpa terkecuali.
Konsep ini beririsan langsung dengan indikator Sekolah Ramah Anak (SRA). Karakteristik utama dari SRA meliputi:
- Menciptakan lingkungan belajar yang aman secara fisik dan psikis.
- Bersifat inklusif dan nondiskriminatif terhadap perbedaan latar belakang siswa.
- Aktif dalam mendengarkan dan menghargai suara serta aspirasi anak.
- Menjamin dan menjaga hak atas pendidikan anak tetap terpenuhi.
- Membangun kemitraan strategis dengan melibatkan peran aktif orang tua dan masyarakat.
Pemaparan sesi ini dirangkum dengan sangat apik melalui peluncuran slogan utama SRA: “Murid Senang, Guru Tenang, Orang Tua Bahagia.”
Pesan Kunci bagi Kepala Sekolah dan Guru: Langkah Praktis di Lapangan
Dr. Rusnanie, M.Pd. juga menitipkan beberapa pesan kunci sebagai refleksi sekaligus panduan taktis bagi kepala sekolah dan guru dalam menjalankan tugas sehari-hari di sekolah:
- Bukan Proyek Sesaat: Penguatan budaya aman dan nyaman ini harus diintegrasikan menjadi rutinitas dan kebiasaan positif sehari-hari seluruh warga sekolah, bukan sekadar gerakan formalitas yang bersifat musiman atau proyek sesaat.
- Ketegasan tanpa Kekerasan: Guru dan tenaga kependidikan tetap diperbolehkan bertindak tegas dalam rangka mendisiplinkan murid. Namun, ketegasan tersebut wajib dilakukan tanpa kekerasan, tidak boleh menggunakan cara-cara yang merendahkan harkat martabat anak, serta sama sekali tidak boleh memutus hak pendidikan siswa.
- Orkestrasi Peran: Kepala sekolah memegang mandat penuh sebagai dirigen yang bertanggung jawab dalam mengorkestrasi peran dari semua lini ekosistem sekolah, mulai dari Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, Wali Kelas, Guru Mata Pelajaran, Tenaga Kependidikan, Murid, Orang Tua/Komite, lingkungan Masyarakat, hingga pemanfaatan Media massa.
- Mekanisme Rujukan: Apabila di kemudian hari ditemukan kasus pelanggaran berat yang telah masuk ke dalam ranah pelanggaran peraturan perundang-undangan, sekolah wajib mengambil tindakan cepat untuk merujuknya melalui Pokja sesuai dengan porsi kewenangan hukumnya.
Kesimpulan Akhir: Kolaborasi Nyata Demi Masa Depan Generasi Emas
Sebagai penutup dari pemaparannya, Dr. Rusnanie, M.Pd. menarik kesimpulan akhir yang sangat mendalam bahwa sekolah yang aman dan nyaman tidak akan pernah bisa lahir hanya dari sekadar pajangan slogan semata. Lingkungan ideal tersebut hanya akan terwujud melalui implementasi tata kelola kelembagaan yang rapi, keteladanan yang ditunjukkan oleh para guru, pelibatan aktif dari murid itu sendiri, keselarasan langkah dengan orang tua, serta adanya keberanian moral dari pihak sekolah untuk terus-menerus mengevaluasi diri.
Pihak manajemen SMAN 1 Pulang Pisau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas ilmu dan arahan taktis yang diberikan oleh Dr. Rusnanie, M.Pd. Sekolah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti poin-poin presentasi ini dalam program kerja nyata sekolah demi memastikan kenyamanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh siswa SMANSA.
SMAN 1 Pulang Pisau: Mandiri, Berprestasi, Berkarakter , Berbudaya Lingkungan, Berwawasan Global ! SMANSA Bersama Wujudkan Sekolah Ramah Anak!

