PULANG PISAU – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan tantangan ekologis tahunan yang membutuhkan perhatian serta penanganan serius dari seluruh elemen bangsa, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Menyadari krusialnya peran edukasi sejak dini, perwira siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Angkatan LVI secara resmi menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla yang ditujukan bagi ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Pulang Pisau.
Kegiatan bernilai strategis ini diinisiasi sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan hidup dan perlindungan ekosistem di Kabupaten Pulang Pisau. Melalui kolaborasi bersama wadah Komunitas Belajar (Kombel) “Kopi Pagi” SMAN 1 Pulang Pisau, agenda edukasi ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan formal, melainkan panggung pembentukan karakter wawasan nusantara dan kepedulian lingkungan bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Kepemimpinan dan Antusiasme Acara: Kolaborasi Tokoh Penting Militer dan Sekolah
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di aula SMAN 1 Pulang Pisau ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan militer tinggi, yakni Laksma TNI Henricus P. bersama sejumlah perwira menengah Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI. Kehadiran para perwira tinggi dan menengah TNI ini disambut hangat dan meriah oleh Kepala SMAN 1 Pulang Pisau, jajaran dewan guru, staf sekolah, serta ratusan murid yang antusias memenuhi ruangan acara.
Suasana interaktif dan penuh semangat mewarnai setiap sesi pemaparan. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan diberikan ruang seluas-luasnya untuk berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga memperagakan simulasi penanganan awal bencana lingkungan bersama para perwira TNI. Kolaborasi yang hangat ini berhasil mencairkan kekakuan dan membangun hubungan emosional yang kuat antara prajurit TNI dan pelajar SMANSA.
Tiga Pilar Utama Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Pelajar
Dalam sesi materi utama, Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI membedah secara mendalam tiga pilar esensial yang wajib dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar dalam menekan risiko terjadinya Karhutla:
1. Langkah Konkret Pencegahan Karhutla
Para perwira memberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan tropis dan lahan gambut yang sangat rentan terbakar, terutama saat memasuki musim kemarau. Siswa dibekali pengetahuan untuk sama sekali tidak melakukan aktivitas riskan yang dapat memicu timbulnya percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membuat api unggun tanpa pengawasan ketat di area rawan, serta membakar sampah organik maupun non-organik di area terbuka sekitar lahan kering.
2. Regulasi Ketat dan Sanksi Hukum Pelaku Pembakaran Lahan
Edukasi ini memberikan penegasan kuat terkait regulasi hukum yang berlaku di Republik Indonesia mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan. Para perwira menyampaikan secara lugas bahwa tindakan membuka lahan dengan cara membakar (land clearing by burning) merupakan perbuatan pidana yang melanggar undang-undang perlindungan lingkungan hidup. Sanksi hukum tegas—mulai dari hukuman pidana penjara hingga denda finansial bernilai miliaran rupiah—siap menjerat siapa saja yang terbukti secara sengaja maupun lalai memicu timbulnya kebakaran lahan.
3. Deteksi Dini dan Mekanisme Pelaporan Cepat
Siswa-siswi SMAN 1 Pulang Pisau diajarkan teknik dasar deteksi dini untuk mengenali tanda-tanda awal kemunculan titik api (hotspot) maupun kepulan asap mencurigakan di area sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu, para perwira memberikan panduan mengenai alur dan mekanisme pelaporan cepat (quick response) ke pihak berwenang, seperti layanan tanggap darurat Kepolisian, Koramil/TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun Masyarakat Peduli Api (MPA) terdekat agar api dapat dipadamkan sebelum meluas.
Pesan Kunci Laksma TNI Henricus P: “Jangan Buka Lahan dengan Membakar!”
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah saat arahan tegas dan penuh keteladanan disampaikan oleh pimpinan rombongan Sesko TNI di hadapan seluruh peserta yang hadir. Beliau menekankan bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab moral bersama yang tidak dapat ditawar-tawar.
“Kita tidak boleh membuka lahan dengan cara membakar. Cara-cara lama yang merusak ekosistem harus segera kita tinggalkan demi keselamatan bersama. Mari kita bersama-sama menjaga hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau ini agar tetap hijau dan lestari. Generasi muda seperti adik-adik di SMAN 1 Pulang Pisau harus menjadi pelopor pencegahan Karhutla di lingkungan keluarga dan masyarakat masing-masing,” tegas Laksma TNI Henricus P. dalam amanatnya yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Peran Komunitas Belajar “Kopi Pagi” SMANSA dalam Gerakan Literasi Lingkungan
Penyelenggaraan sosialisasi ini menjadi bukti nyata efektivitas Komunitas Belajar (Kombel) “Kopi Pagi” SMAN 1 Pulang Pisau sebagai motor penggerak literasi dan inovasi sekolah. Kombel “Kopi Pagi” terbukti tidak hanya berfokus pada pengembangan metode pembelajaran akademis di dalam kelas, melainkan juga responsif dalam menangkap isu-isu sosial dan lingkungan hidup yang terjadi di daerah.
Kepala SMAN 1 Pulang Pisau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI atas kepercayaannya menjadikan SMANSA sebagai pusat edukasi pencegahan Karhutla. Pihak sekolah berkomitmen untuk memasukkan materi pencegahan Karhutla dan wawasan lingkungan hidup ini ke dalam program intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sekolah, sehingga nilai-nilai perlindungan alam menjadi bagian dari budaya harian murid.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla bersama Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI di SMAN 1 Pulang Pisau sukses melahirkan kesadaran baru dan semangat kolaborasi yang kuat. Edukasi ini berhasil mengikis ketidakfahaman masyarakat dan memberikan pemahaman hukum serta ekologis yang komprehensif bagi generasi muda.
Mari kita tingkatkan kesadaran bersama! Menjaga hutan bukan hanya tentang menyelamatkan pepohonan hari ini, melainkan tentang menjamin hak anak cucu kita untuk menghirup udara segar di masa depan. Lingkungan yang asri, hijau, dan bebas dari bencana asap adalah warisan terbaik yang wajib kita perjuangkan bersama-sama mulai dari sekarang.
SMAN 1 Pulang Pisau: Mandiri, Berprestasi, Berkarakter! Bersama TNI dan SMANSA, Cegah Karhutla demi Indonesia Hijau!
Kabar Lainnya dari SMAN 1 PULANG PISAU
- Selamat Atas Prestasi Gemilang Ibu Eva Riani S.Pd. Kepala SMAN 1 Pulang Pisau Raih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi Kalteng 202619 Okt 2026
- Siap Sukseskan TKA 2026 SMAN 1 Pulang Pisau Rilis Jadwal Lengkap dan Susunan Panitia Pelaksana Tes Kemampuan Akademik Kelas XII19 Okt 2026
- Inovasi Pembelajaran Bersama Kombel Kopi Pagi SMAN 1 Pulang Pisau Pelopor Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Mendalam di Kalimantan Tengah19 Okt 2026

